Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri 4.0
Aspek Lingkungan Ekonomi, Pola
Konsumsi, dan Perkembangan Pasar
Tinjauan Ekonomi Dunia
Ekonomi dunia atau
ekonomi global secara umum merujuk ke ekonomi yang didasarkan pada ekonomi
nasional semua negara di dunia. Ekonomi global juga dapat dipandang sebagai
ekonomi masyarakat global dan ekonomi nasional – yaitu ekonomi masyarakat
setempat, sehingga menciptakan satu ekonomi global. Ekonomi dunia dapat
dievaluasi dengan berbagai cara. Misalnya, tergantung model yang dipakai,
penilaian yang dipakai dapat direpresentasikan menggunakan mata uang tertentu,
misalnya dolar AS tahun 2006 atau euro tahun 2005.
Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi menurut
Gilarso, Sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan
perilaku masyarakat (para produsen, konsumen, pemerintah, bank, dan sebagainya)
dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi,
dan sebagainya) sehingga terbentuk satu kesatuan yang teratur dan dinamis
sehingga kekacauan dalam bidang ekonomi dapat dihindari.
a) Fungsi
Sistem Ekonomi
Fungsi sistem ekonomi
secara umum adalah:
·
Sebagai penyedia dorongan untuk
berproduksi.
·
Berfungsi dalam mengoordinasi kegiatan
individu dalam suatu perekonomian.
·
Sebagai pengatur dalam pembagian hasil
produksi di seluruh anggota masyarakat agar dapat terlaksana seperti yang
diharapkan.
·
Menciptakan mekanisme tertentu agar
distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik.
b) Jenis-jenis
Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi Tradisional
Suatu sistem dalam
organisasi kehidupan ekonomi berdasarkan kebiasaan, tradisi masyarakat secara
turun-temurun yang mengandalkan faktor produksi apa adanya. Kelebihan dari
sistem ekonomi tradisional adalah adanya semangat kekeluargaan dan kejujuran
dari setiap individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sistem Ekonomi Terpusat (Sosialis)
Sistem ekonomi
terpusat adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memiliki kekuasaan yang
dominan pada pengaturan kegiatan ekonomi. Penguasaan dilakukan melalui
pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh anggota
masyarakat. Negara yang menganut sistem ekonomi terpusat antara lain: Rusia,
RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet).
Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
Sistem ekonomi
berdasarkan kebebasan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat dalam kegiatan
perekonomian tanpa adanya campur tangan daripada pemerintah. Landasan dari
sistem perekonomian ini bertujuan secara umum untuk mencari keuntungan pribadi
tanpa adanya pihak lain yang perlu dipertimbangkan.
Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi
campuran adalah suatu sistem ekonomi yang di satu sisi pemerintah memberikan
kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha melakukan kegiatan ekonomi, akan
tetapi di sisi lain pemerintah memiliki campur tangan dalam perekonomian dengan
tujuan menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat pada
sumber daya ekonomi.
Perkembangan Pasar
Perkembangan Pasar
Merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan
penjualan atas produk yang sudah ada pada pasar yang baru. Kegiatan ini
merupakan salah satu bagian kecil dari berbagai kemungkinan perusahaan untuk
mencapai pertumbuhan.
Pada dasarnya
kemungkinan yang dapat ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai pertumbuhan
dapat dibagi ke dalam tiga kategori sebagai berikut:
1.
Pertumbuhan intensif yang dapat dilakukan melalui penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan
pengembangan produk
2.
Pertumbuhan integratif yang dapat dilakukan melalui integrasi ke belakang, integrasi ke
depan, dan integrasi horizontal
3.
Pertumbuhan diversifikatif yang dapat dilakukan melalui diversifikasi konsentrik, diversifikasi
horizontal, dan integrasi konglomerat.
Jadi pengembangan
pasar merupakan salah satu bagian dari kemungkinan pertumbuhan intensif, yaitu
pertumbuhan yang dicapai tanpa mengubah sistem pemasaran perusahaan.
Pola Konsumsi
Pola konsumsi adalah
susunan kebutuhan seseorang terhadap barang dan jasa yang akan dikonsumsi dalam
jangka waktu tertentu, yang dipenuhi dari pendapatannya.
Pola konsumsi tiap
orang berbeda-beda. Orang yang berpendapatan tinggi berbeda pola konsumsinya
dengan orang yang berpendapatan menengah, berbeda pula dengan orang yang
berpendapatan rendah. Pola konsumsi direktur berbeda dengan konsumsi karyawan.
Pola konsumsi guru berbeda dengan pola konsumsi petani.
Perbedaan pola
konsumsi tiap orang tidak hanya dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pendapatan,
tapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut :
1.
tingkat pendidikan/pengetahuan
2.
kondisi tempat tinggal iklim
3.
jenis pekerjaan
4.
tingkat peradaban bangsa
5.
kebiasaan dan kondisi sosial budaya
masyarakat
6.
tinggi rendahnya harga barang dan jasa
7.
selera yang sedang berkembang di
masyarakat
Pola konsumsi orang
berbeda-beda, tetapi secara umum dalam berkonsumsi orang akan mendahulukan
kebutuhan pokok, baru kemudian memenuhi kebutuhan lainnya.
Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran
merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk
suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya
satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan
jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial.
Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan (yang terdiri
dari neraca perdagangan, neraca jasa dan transfer payment) dan neraca lalu
lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.
Transaksi dalam neraca
pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi :
·
Transaksi debit, yaitu transaksi yang
menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri.
Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan
berkurangnya posisi cadangan devisa.
·
Transaksi kredit adalah transaksi yang
menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri.
Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang
menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.
Pola Perdagangan
Perdagangan meliputi
perdagangan barang atau jasa. Dalam dunia international, perdagangan barang
atau jasa harus mematuhi kebijakan-kebijakan tertentu. Setiap Negara mempunyai
kebijakan-kebijakan tersendiri untuk melindungi perekonomian dalam perdagangan
international. Perdagangan international memungkinkan masuknya barang-barang
dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri.
Jika barang dan jasa
dari luar negeri lebih diminati dari dalam negeri, maka hal tersebut akan
berdampak buruk untuk perekonomian dalam negeri. Maka dari itu pentingnya
kebijakan perdagangan international dalam suatu Negara.
Macam–macam
kebijakan perdagangan international yang biasa dilakukan pemerintah :
·
Tarif atau bea masuk
Tarif adalah sejenis pajak yang dikenakan atas
barang-barang yang diimpor. Tarif spesifik (Specific Tariffs) dikenakan sebagai
beban tetap atas unit barang yang diimpor.
·
Subsidi Ekspor
Subsidi ekspor adalah pembayaran sejumlah tertentu
kepada perusahaan atau perseorangan yang menjual barang ke luar negeri, seperti
tariff, subsidi ekspor dapat berbentuk spesifik (nilai tertentu per unit
barang) atau Od Valorem (presentase dari nilai yang diekspor).
·
Pembatasan Impor
Pembatasan impor (Import Quota) merupakan pembatasan
langsung atas jumlah barang yang boleh diimpor.
·
Pengekangan Ekspor Sukarela
Bentuk lain dari pembatasan impor adalah pengekangan
sukarela (Voluntary Export Restraint), yang juga dikenal dengan kesepakatan
pengendalian sukarela (Voluntary Restraint Agreement = ERA).
·
Persyaratan Kandungan Lokal.
Persyaratan kandungan local (local content
requirement) merupakan pengaturan yang mensyaratkan bahwa bagian-bagian
tertentu dari unit-unit fisik, seperti kuota impor minyak AS ditahun 1960-an.
·
Subsidi Kredit Ekspor.
Subsidi kredit ekspor ini semacam subsidi ekspor,
hanya saja wujudnya dalam pinjaman yang di subsidi kepada pembeli.
·
Pengendalian Pemerintah (National
Procurement)
Pembelian-pembelian oleh pemerintah atau perusahaan-perusahaan yang diatur
secara ketat dapat diarahkan pada barang-barang yang diproduksi di dalam negeri
meskipun barang-barang tersebut lebih mahal daripada yang diimpor.
Referensi & Sumber :
Komentar
Posting Komentar