Manajamen Pemasaran Era Revolusi Industri 4.0
Konsep Pemasaran Global, Kekuatan yang mendorong dan
Menghambat Oerlentasi Manajemen, dan Bisnis Internasional
KONSEP PEMASARAN UNIVERSAL
Pada dasarnya
konsep pemasaran merupakan suatu disiplin universal artinya disiplin pemasaran
dapat diterapkan dimanapun juga. Dasar dari keberhasilan program pemasaran
global adalah pemahaman yang mendalam akan disiplin pemasaran. Konsep pemasaran
telah berkembang dari konsep semula, yang memfokuskan pemasaran pada produk dan
pada membuat produk yang ‘lebih baik’, dengan ‘lebih
baik’ itu didasarkan pada standar dan nilai internal. Tujuannya
adalah laba dan cara mencapainya adalah menjual atau membujuk pelanggan
potensial untuk membelinya.
a. Konsep Baru Pemasaran dan “4 P”
Konsep
baru dari pemasaran muncul kira-kira tahun 1960, mengalihkan fokus pemasaran
dari produk ke pelanggan. Tujuannya masih tetap laba, tetapi cara mencapainya
menjadi lebih luas termasuk seluruh bauran pemasaran (marketing mix), atau “4
P” seperti yang dikenal secara luas : “produk (product), harga (price), promosi
(promotion) and saluran distribusi (place).
b. Konsep Strategis Pemasaran
Tahun
1990 jelas bahwa konsep ‘baru’ dari pemasaran sudah ketinggalan zaman. Sekarang
zamannya konsep strategis pemasaran. Konsep strategis pemasaran merupakan suatu
perkembangan yang besar dalam sejarah pemikiran pemasaran, mengubah fokus
pemasaran dari pelanggan atau produk ke pelanggan dalam konteks lingkungan
eksternal yang lebih luas. Mengetahui segala sesuatu mengenai pelanggan saja
sudah tidak memadai. Agar berhasil, pemasar harus mengetahui pelanggan dalam
konteks termasuk persaingan, kebijakan dan peraturan pemerintah serta
kekuatan-kekuatan makro, ekonomi, social dan politik yang lebih luas, yang
membentuk perkembangan pasar. Dalam pemasaran global hal ini mungkin berarti
bekerjasama erat dengan perundingan perdagangan pemerintah negara sendiri
dan pejabat yang lain serta pesaing industri agar dapat mengakses pasar negara
sasaran
PEMASARAN DOMESTIK KE PEMASARAN GLOBAL
1. Pemasaran Domestik
Pemasaran yang secara nyata ditujukan pada pasar dalam
negeri disebut pemasaran domestik. Perusahaan domestik secara sadar atau tidak
sadar memfokuskan pada pasar domestik dan menghindari tantangan belajar cara
memasarkan ke luar negeri. Orientasi mereka adalah bersifat “ETHNO CENTRIC”,
yaitu bahwa sifat pasar atau Konsumen dimanapun akan sama , sehingga manajemen
memandang pasar Domestik padat dengan peluang yang jauh lebih aman
2. Pemasaran Ekspor
Pemasaran ekspor adalah tahap pertama untuk menanggapi
kesempatan pasar di luar negeri. Pemasar ekspor menjadikan pasar di
luar negeri sebagai sasaran dan menggantungkan diri pada produksi dalam negeri
untuk memasok pasar ini. Fokus dalam tahap ini adalah memanfaatkan produk dan
pengalaman dalam negeri. Pemasar ekspor yang handal akan
memperlajari pasar sasaran dan mengubah produknya agar sesuai dengan kebutuhan
spesifik dari pelanggan di setiap negara.
3. Pemasaran Internasional
Pemasaran internasional bertindak lebih jauh lagi dari
pemasar ekspor dan menjadi lebih terlibat dalam lingkungan pemasaran di dalam
negeri.Pemasar internasional tidak terlalu menggantungkan diri
pada perantara. Mereka lebih berminat untuk mendirikan perwakilan
langsung untuk mengkoordinasikan usaha pemasaran di pasar sasaran. Dengan anak
perusahaan disebuah negara, pemasar internasional menciptakan organisasi
internal yang memfokuskan pada pemanfaatan produk dan kompetensi perusahaan
tersebut di negara tadi.
4. Pemasaran Multinasional
Mulai dengan memfokuskan pada memanfaatkan pengalaman
dan produk perusahaan.Karena difokuskan pada tugas ini, perusahaan
menyadari perbedaan dan keunikan lingkungan dalam negara
tersebut.Kemudian melakukan adaptasi pemasaran perusahaan pada kebutuhan dan
keinginan yang unik dari pelanggan pada negara tsb. Organisasi
pemasaran multinasional akan mengembangkan program komunikasi yang unik untuk
pasarnya.
5. Pemasaran Global
Memfokuskan pada pemanfaatan asset, pengalaman dan
produk yang secara global dan melakukan penyesuaian pada apa yang benar-benar
unik dan berbeda dalam setiap negara. Perusahaan global akan membedakan antara
universal dengan global & antara spesifik dengan unik.
KEKUATAN YANG MENDORONG DAN MENGHAMBAH PEMASARAN
GLOBAL
A. Kekuatan Yang Mendorong.
Merupakan kekuatan yang memberikan kontribusi pada
pertumbuhan bisnis internasional
1. Kebutuhan Pasar. Kebanyakan pasar global tidak terjadi
secara alami. Pasar seperti itu harus diciptakan dengan usaha
pemasaran.
2. Teknologi. Menurut prof. Theodore Levitt dari Harvard
Business School, mengatakan : “ada kekuatan yang amat besar yang mendorong
dunia ke arah menyatunya hal-hal yang sudah umum, kekuatan tersebut adalah “Teknologi”.
Teknologi menyederhanakan komunikasi, transportasi dan perjalanan. Teknologi
membuat tempat terpencil dan orang miskin mempunyai hasrat akan
pesona modernisasi. Teknologi merupakan factor universal, seragam,
konsisten yang melintasi batas-batas bangsa dan budaya.
3. Biaya. Keseragaman dapat menurunkan biaya riset,
rekayasa, desain, kreatif dan produksi di semua fungsi bisnis, dari rekayasa
dan pembuatan sampai pemasaran dan administrasi. Tekanan untuk globalisasi
lebih kuat kalau produk baru melibatkan investasi besar dan pengembangan jangka
panjang. (biaya besar dan lama).
4. Mutu. Volume global menghasilkan penerimaan yang lebih
besar dan margin operasi yang lebih besar untuk mendukung mutu desain dan
pembuatan. Sebuah perusahaan global dan lokal mungkin masing-masing
mengeluarkan 5 persen untuk riset dan pengembangan, tetapi perusahaan global
mungkin mempunyai pendapatan 10 kali lebih besar dari perusahaan lokal.
5. Komunikasi dan Transportasi. Revolusi informasi
memberikan kontribusi pada berkembangnya pemasaran global. Setiap orang
menginginkan perwujudan produk yang terbaik, paling mutakhir dan paling modern.
6. Daya Tuas. Salah satu kelebihan perusahaan
global adalah kesempatan untuk mengembangkan daya tuas yang dimilikinya karena
perusahaan itu beroperasi secara stimultan di lebih dari satu pasar
nasional. Perusahaan global dapat mengembangkan 5 tipe daya tuas, yaitu :
a.
Transfer Pengalaman. Perusahaan global
dapat memperoleh pengalaman di pasar manapun di dunia. Pengalaman ini dapt
diperoleh dari : strategi, produk, imbauan iklan, praktik manajemen
penjualan, ide promosi dan lainnya yang telah diuji di pasar sebenarnya dan
menerapkannya di pasar lain yang sebanding dengannya.
b. Transfer Sistem. Perusahaan global dapat memperhalus
perencanaan, analisis, kendali riset, dan system lainnya serta menerapkan
penghalusan tadi di seluruh dunia.
c.
Penghematan Skala. Dalam bidang
manufaktur, perusahaan global dapat mengambil keuntungan dari besarnya volume
untuk memperoleh keuntungan skala pabrik tunggal tradisional dan dapat juga
menggabungkan menjadi komponen produk jadi yang dibuat dalam pabrik secara
efisien di negara lain
d. Pendayagunaan Sumber Daya. Kekuatan utama perusahaan
global adalah kemampuannya untuk meneropong ke seluruh dunia untuk mencari
orang, uang dan bahan-bahan (seperti lahan, tenaga kerja &
modal). Perusahan global tidak berpengaruh terhadap naik turunnya
mata uang.
e.
Strategi Global. Keuntungan paling besar
dari perusahaan global adalah strategi global. Strategi global
didasarkan pada peneropongan lingkungan bisnis dunia untuk mengidentifikasi
kesempatan, ancaman, kecenderungan dan sumber daya. Strategi global adalah
rancangan untuk menciptakan penawaran yang berhasil dalam skala dunia.
B. Kekuatan Yang Menghambat.
1. Perbedaan Pasar. Dalam setiap kategori produk,
perbedaan masih cukup banyak di antara batas negara dan budaya yang memerlukan
adaptasi paling sedikit dari bauran pemasaran. Perusahaan yang mengabaikan
perbedaan ini dan yang telah mencoba strategi merek dagang global tanpa
memikirkan perbedaan ini akan menghadapi kegagalan
2. Sejarah. Bahkan sekalipun produknya sendiri merupakan
calon yang baik untuk globalisasi, sejarah merek dagang mungkin masih
memerlukan strategi pemasaran yang khusus dan berbeda, serta di setiap negara
perlu penentuan posisi sendiri.
3. Budaya Organisasi. Sebuah contoh dari kecadokan
manajemen adalah perusahaan yang tidak mempertahankan kepemimpinan dalam
menciptakan nilai pelanggan ketika memperluas wilayah geografi. Sebuah
perusahaan yang melihat ke belakang tidak memperluas wilayahnya secara
geografis.
4. Kendali nasional atau Hambatan untuk masuk suatu
Negara. Dalam perusahaan dengan manajemen anak perusahaan mengetahui semuanya,
tidak ada lagi ruang untuk visi dari puncak. Perusahaan global yang sukses
adalah pemasar yang telah belajar cara memadukan visi global dan perspektif
dengan inisiatif dan masukan pasar lokal
KEKUATAN YANG MENDASARI BISNIS INTERNASIONAL
1. Orientasi Manajemen
Orientasi
adalah asusmsi atau keyakinan, yang seringkali tidak disadari, mengenai sifat
dunia ini. Ada 3 orientasi dasar yang menjadi pedoman pekerjaan eksekutif
internasional; etnosentris, polisentris, dan geosentris. Konsep ini kemudian
dikembangkan dengan memasukan orientasi regional dan menjadi skema EPRG
(etnosentrisme, Polisentrisme, regiontrisme, geosentrisme).
2. Kerangka Kerja Moneter Internasional
Pertumbuhan yang
cepat dari perdagangan dan investasi dalam era pasca perang dunia II telah
menciptakan kebutuhan likuiditas internasional yang semakin mendesak untuk
mempermudah pertukaran barang dan jasa antar negara. Dengan adanya kerangka
kerja moneter internasional yang memadai memungkinkan perusahaan untuk
membiayai perdagangan dan investasi global, dan untuk meneruskan usaha
pemasaran global mereka.
3. Sistem Perdagangan Dunia
Sistem perdagangan dunia pasca
perang dunia II disusun dengan keinginan umum menghindari kembalinya praktik
perdangangan terbatas dan diskriminatoris seperti yang terjadi pada tahun
1920-an. Ada komitmen untuk menciptakan dunia bebas yang memungkinkan arus
barang dan jasa secara bebas antar negara. Sistem yang muncul dari komitmen ini
termasuk General Agreement on Tarrifs and Trade (GATT), yang menyediakan
kerangka kerja institusional dan satu rangkaian yang terdri dari empat
peraturan dan prinsip dalam usaha yang membebaskan perdagangan.
4. Perdamaian Global
Sejak tahun 1945 dunia
masih terbebas dari konflik besar dunia seperti yang menandai paruh pertama
abad ini. Walaupun kondisi ini tidak sepenuhnya damai, tetapi keadaan ini
menyediakan dasar yang relatif stabil untuk perekonomian yang sehat dan cepat.
5. Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Jadi
ada dua alasan mengapa pertumbuhan ekonomi menjadi kekuatan yang mendasari
perluasan ekonomi internasional. Pertama, pertumbuhan telah menciptakan
kesempatan pasar. Adanya kesempatan pasar menjadi faktor pendorong perusahaan
untuk memperluas jangkauannya ke pasar internasional. Kedua, pertumbuhan
ekonomi telah mengurangi penolakan, yang mungkin telah berkembang, sebagai
respons terhadap masuknya perusahaan asing ke dalam ekonomi domestik.
6. Teknologi Komunikasi dan Transportasi
Hambatan waktu dan biaya
akibat jarak telah jauh berkurang dalam 100 tahun terakhir. Meningkatnya
kecepatan dan kapasitas komunikasi berbiaya rendah merupakan kekuatan utama
untuk mempermudah perluasan bisnis internasional.
7. Korporasi Global
Korporasi global, atau
perusahaan apapun yang mempunyai tujuan bisnis global dengan menghubungkan
sumber daya dunia dengan kesempatan pasar dunia, adalah organisasi yang telah
bereaksi terhadap kekuatan yang mendorong, menghambat, dan melandasi di dunia.
Perencanaan Pemasaran Global, dan Tahap-Tahap
Pengembangan Perusahaan
KONSEP KUNCI PERENCANAAN PEMASARAN GLOBAL
Ada 5 konsep kunci yang memberi dukungan ke arah
pemahaman yang lebih baik mengenai kesempatan dan tantangan dari pemasaran
global. Konsep tersebut adalah strategi, perusahaan di Dunia, Pengelompokkan,
segmentasi dan target pemasaran, kepekaan lingkungan, pengaruh yang
mempersatukan dan membedakan.
1. Strategi.
Strategi telah didefinisikan sebagai respon yang
dipertimbangkan dari sebuah organisasi pada kenyataan dari organisasi pihak
yang berkepentingan dan kenyataan dari lingkungan bisnis. Dibawh ini menyajikan
sebuah kerangka kerja konseptual untuk perumusan strategi. Kerangka kerja ini
mengidentifikasi 3 dimensi strategi yaitu lingkungan eksternal perusahaan,
organisasi atau lingkungan internal perusahaan dan nilai serta aspirasi dari
pihak yang berkepentingan.
a.
Dimensi yang ke-1 adalah Lingkungan
Eksternal Perusahaan. Proses perencanaan strategi memerlukan penilaian fakta
dan asumsi yang menyangkut lingkungan eksternal perusahaan. Penilaian ini di
seputar dimensi makro faktor-faktor ekonomi, sosialbudaya, politik dan
teknologi; disamping juga faktor-faktor mikro dari pasar, biaya, pesaing,
pelanggan dan pemerintah. Penilaian ini harus mencakup seluruh dunia dan
tidak boleh ada pesaing, pasar, pelanggan, atau kecendrungan yang signifikan
sampai terlewatkan. Sehingga penilaian ini harus bersifat Global, bukan nasional
atau regional.
b. Dimensi strategi ke-2 adalah Organisasi. Proses
strategis memerlukan identifikasi asumsi kunci mengenai organisasi, terutama
kekuatan dan kelemahannya.
c.
Dimensi startegi ke-3 adalah Nilai Pihak
yang Berkepentingan. Pihak yang berkepentingan adalah orang atau kelompok yang
mempunyai minat dalam hasil dari kegiatan organisasi, yaitu termasuk pemegang
saham, manajer, karyawan pelanggan, anggota masyarakat, Negara dimana
perusahaan beroperasi, dan lainnya. Karena pihak yang berkepentingan seringkali
mempunyai nilai dan minat yang bertentangan, menyelesaikan masalah ini
merupakan tugas manajemen, yang memerlukan ketrampilan dan bakat berpolitik.
2. Perusahaan di Dunia.
Beberapa aspek pemasaran global memiliki perbedaan
dari pemasaran domestik. Perusahaan itu ada dalam dunia yang berisi lebih dari
180 negara. Masing-masing Negara tadi memiliki beberapa persamaan dan perbedaan
dengan Negara lain. Walaupun setiap Negara dan territorial pada dasarnya unik,
analisis statistic dari dimensi lingkungan utama maupun penilaian manajerial
setuju bahwa kiat boleh mengelompokkan beberapa Negara, yang sebenarnya
mempunyai lingkungan pasar yang berbeda, agar persamaan dalam yang ada dalam
kelompok dan perbedaan antar kelompok menjadi jelas.
3. Pengelompokkan, Segmentasi dan Target Pemasaran
Karakteristik pasar nasional di seluruh dunia berbeda
cukup besar dalam banyak dimensi kunci.
Karakteristik pasar lain yang penting adalah ukuran
luasnya. Geografi adalah criteria pengelompokan dengan makna yang besar. Negara
yang saling berdekatan mempunyai beberapa persamaan. Jadi kita mempunyai pasar
Amerika Utara, pasar Eropa, dan pasar kawasan Pasifik.
Bahasa dan budaya adalah karakteristik lain yang
membedakan pasar. Dalam industri media, hal ini amat signifikan. Dunia
dibagi-bagi ke dalam kelompok atau segmen bahasa : Mandarin, Inggris, Spanyol,
dan lainnya. Berbagai Negara dapat dikelompokkan ke dalam segmen bahasa dan
budaya yang melintasi batas geografi, pendapatan dan ukuran
4. Kepekaan Lingkungan
Suatu cara yang paling berguna utk melihat produk
secara internasional adalah menempatkannya dalam rangkaian kepekaan lingkungan.
Di salah satu ujung dari rangkaian terletak produk yang tidak peka terhadap
lingkungan, yang tidak memerlukan penyesuaian besar terhadap lingkungan ekonomi
dan sosial dari pasar di seluruh dunia. Di ujung yang lain dari rangkaian tadi
terletak produk yang amat sensitif pada perbedaan dalam faktor ekonomi,
sosialbudaya, fisik, dan pemerintah di pasar dunia.
5. Pengaruh yang mempersatukan dan membedakan
Aspek unik mempunyai pengaruh yang membedakan; aspek
serupa memberikan pengaruh yang menyatukan. Apabila analisis sebuah
pasar hanya memfokuskan pada aspek yang unik atau yang serupa, hsilnya adalah
analisis sepihak, akhirnya program pemasaran yang dikembangkan akan terlalu
standar atau terlalu berbeda Daur
Hidup Produk/Pasar Konsep DHP terbentuk dengan baik dalam pemasaran.
Pengertian umum DHP adalah bahwa suatu produk
mempunyai karakteristik atau kehidupan normal dengan urutan awal atau kelahiran
dan pertumbuhan cepat (tahap pertumbuhan), diikuti dengan pertumbuhan yang
kecepatannya menurun, tidak ada pertumbuhan, penurunan dan akhirnya , untuk
melengkapi metafora, mati. Daur hidup pasar adalah konsep yang berkaitan. Pasar
ada tahap awalnya, tahap pertumbuhan, kedewasaan dan penurunan. Sebuah
perusahaan yang berkecimpung dalam pemasaran global akan mengetahui bahwa tidak
semua pasar berada pada tahap perkembangan yang sama.. Perusahaan perlu
mengetahui tahap perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi pemasaran untuk
produkny dengan tahap tersebut. Misalnya : produk yang sama mungkin berbeda
dalam posisi dewasa di sebuah Negara dan pada tahap pertumbuhan di Negara lain.
Sehingga strategi pemasaran yang memadai untuk produk tersebut akan
berbeda untuk setiap pasarnya (negaranya).
TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN KORPORASI TRANSNASIONAL :
TIPOLOGI DINAMIS
Tahap ke-1 : Domestik
Perusahaan
tahap 1 adalah domestic dalam hal focus, visi dan operasinya. Orientasinya
adalah etnosentris. Perusahaan ini memfokuskan pada pasar, pemasok dan pesaing
domestik. Pengamatan lingkungannya pada lingkungan domestik, yang
sudah dikenal dan dari Negara sendiri. Moto yang tidak disadari dari perusahaan
: “Bila tidak terjadi di negara ini, hal itu tidak akan terjadi”.
Perusahaan tahap 1 yang sedang tumbuh, kalau sudah mencapai batas pertumbuhan
dalam pasar primer, akan melakukan variasi memasuki pasar, produk, dan
teknologi baru, bukan lagi memfokuskan pada peneterasi pasar internasional
Tahap ke-2 : Internasional
Perusahaan
tahap 2 memperluas pemasaran, prabrik, dan kegiatan lain di luar negari.
Perusahaan tersebut memburu kesempatan bisnis di luar negeri, walaupun begitu
masih tetap etnosentris, atau berorientasi dalam negeri, dalam orientasi
dasarnya. Tanda dari perusahaan tahap 2 adalah keyakinan bahwa cara-cara
melakukan bisnis, orang, kebiasaan, nilai-nilai, dan produk negeri sendiri
lebih unggul dibandingkan dengan yang ada dimanapun di dunia. Fokusnya dari
perusahaan tahap 2 adalah tetap pada pasar dalam negeri. Tahap 2 merupakan awal
dari tahap 4 :”Global”. Kalau perusahaan memutuskan untuk memasuki pasar
internasional, masuk akal ditahap awal untuk memperluas bisnis dan bauran
pemasaran (4P) seluas mungkin sehingga mereka dapat memusatkan belajar mengenai
cara melakukan bisnis di Negara asing.
Tahap ke-3 : Multinasional
Pada
waktunya, perusahaan tahap 2 akan menemukan bahwa perbedaan dalam pasar di
seluruh dunia menuntut adaptasi dari bauran pemasaran agar dapat sukses. Kalau
perusahaan sudah memutuskan untuk memberikan respon pada perbedaan pasar,
perusahaan itu beranjak menjadi perusahaan tahap 3 Multinasional yang mengejar
strategi multidomestik. Fokus dari perusahaan tahap 3 adalah multinasional atau
dalam istilah strategi disebut multidomestik (artinya perusahaan itu merumuskan
strategi yang unik untuk setiap Negara tempat perusahaan itu melakukan bisnis).
Orientasi dari perusahaan ini bergeser dari etnosentris menjadi polisentris.
Orientasi polisentris adalah asumsi bahwa pasar dan cara melakukan bisnis di
seluruh dunia demikian unik, sehingga satu-satunya cara agar sukses secara
internsional adalah melakukan penyesuaian pada aspek yang berbeda dari setiap
pasar nasional Strategi pemasaran tahap 3 adalah menyesuaikan bauran pemasaran
domestic agar cocok dengan pilihan dan kebiasaan asing
Contohnya : Philips dari Belanda (1960)
Tahap ke-4 : Global
Perusahaan
tahap 4 membuat ancangan strategi yang cukup besar dari tahap 3 multinasional.
Perusahaan pasti punya strategi pemasaran global atau
strategi menemukan pemasok global, tetapi tidak pernah kedua-duanya. Perusahaan
itu akan memfokuskan pada pasar dan sumber daya global dari dalam negeri atau
salah satu Negara lain untuk memasok pasar ini atau akan memfokuskan pada pasar
domestik dan sumber daya dari dunia untuk memasok saluran distribusi domestic.
Contohnya : Harley Davidson dan Gap. Harley. Strategi perusahaan
global tahap 4 adalah memenangkan strategi bila sebuah perusahaan dapat
menciptakan keunggulan bersaing dengan membatasi globalisasi dari rantai nilai.
Tahap ke-5 : Transnasional
Perusahaan
pada tahap 5 ini jauh lebih canggih daripada sekedar sebuah perusahaan dengan
penjualan, investasi dan opeasi di banyak Negara. Perusahaan semakin lama
semakin mendominasi pasar dan industri di seluruh dunia ini adalah sebuah
perusahaan dunia terpada yang menghubungkan sumberdaya global dengan pasar
global dan membuat laba. Tidak ada contoh perusahaan transnasiona yang ‘murni’,
tetapi jumlah perusahaan, yang memperlihatkan banyak karakteristik dan beberapa
lagi sebagaian besar karakteristik perusahaan global bertambah banyak.
Perusahaan tahap ini orientasinya geosentris. Perusahaan ini mengakui adanya
persamaan dan perbedaan, serta mengadopsi pandangan dunia. Perusahaan tsb
berfikir global dan bertindak lokal. Perusahaan mengadopsi strategi global yang
memungkinkannya untuk meminimalkan penyesuaian di berbagai Negara yang
benar-benar menambah nilai bagi pelanggan di Negara itu. Perusahaan
tsb melakukan penyesuaian hanya bila menambah nilai yang ditawarkan.
Pengetahuan dalam transnasional diciptakan oleh seluruh fungsi di semua lokasi
dan dikembangkan bersama serta disebarkan ke seluruh dunia.
Menyaring Atau Mengumpulkan Informasi
Perusahaan
tahap 5 secara cermat mengamati adanya kesempatan dan ancaman di seluruh dunia.
Ini adalah dimensi kritis perusahaan transnasional dan dimensi prestasi kerja
yang dapat dicapai oleh perusahaan apapun. Pengetahuan mengenai perkembangan
pasar dan persaingan serta mengenai kecendrungan ekonomi, budaya, politik, dan
teknologi penting secara strategis, untuk alas an menyerang maupun bertahan
Visi Dan Aspirasi
Perusahaan tahap 5 pasti tidak puas untuk berfikir dalam arti beroperasi dalam lingkungan satu Negara atau satu regional saja. Perusahaan ini menerima kebenaran yang ada di balik moto :”Tumbuh atau Mati”. Aspirasinya bersifat global : pasar global, pelanggan global, dan kemampuan untuk tetap menonjol dengan posisi bersaing langsung terhadap pesaing global yang lain.
Referensi & Sumber :
PEMASARAN GLOBAL ~ Pusat Ilmu Pengetahuan (unkris.ac.id)
Komentar
Posting Komentar